"Saya mengambil keputusan TNI dan Polri yang jumlahnya 7.000 orang untuk melakukan assessment ke batas-batas yang diindikasikan bergeser yang ditentukan oleh Kepala Badan Geologi. Mengingat bahwa kondisi Merapi masih dalam status Awas," terang Kepala BNPB Syamsul Ma'arif dalam siaran pers Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Minggu (14/11/2010).
Menurut Syamsul, meski intensitas letusan Merapi menurun, namun masih harus tetap diwaspadai. Karena itu, jajarannya tidak mau mengambil resiko dengan mengizinkan pengungsi pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, proses assessment oleh TNI dan Polri masih berlangsung. TNI dan Polri akan menilai apakah lokasi-lokasi pada zona 10-15 km dari puncak Merapi sudah layak untuk ditempati.
"TNI dan Polri kini sedang menilai apakah di sana (zona 10-15 Km) ada mata air yang bagus serta kebutuhan dasar pengungsi sudah layak untuk ditempati. Karena diperlukan kewaspadaan bahwa debu vulkanik memiliki tingkat bahaya yang tinggi, serta kemungkinan sumur juga penuh debu, kemudian tempat logistik juga belum ada. Keperluan air minum, sanitasi dan sebagainya harus ada sebelum ditempati masyarakat. Oleh karena itu saya perintahkan dalam tempo 1x24 ini mereka telah melakukan penyisiran ke berbagai wilayah," tegas Syamsul.
(her/her)











































