Pemindahan Mal dan Kampus dari Jakarta Bisa Jadi Solusi Atasi Macet

Pemindahan Mal dan Kampus dari Jakarta Bisa Jadi Solusi Atasi Macet

- detikNews
Minggu, 14 Nov 2010 17:14 WIB
Pemindahan Mal dan Kampus dari Jakarta Bisa Jadi Solusi Atasi Macet
Jakarta - Pemindahan mal dan kampus dari Jakarta dinilai bisa menjadi salah satu solusi mengatasi macet. Namun langkah itu harus dibarengi perbaikan sarana transportasi. Bagaiamanapun jangan sampai tercipta kondisi pemindahan kemacetan.

"Itu bagian dari strategi besar. Jangan lupa kalau mau relokasi siapkan jaringan angkutan umum yang massal. Karena kalau tidak itu hanya memindahkan kemacetan baru ke pinggir kota," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit saat dihubungi detikcom, Minggu (14/11/2010).

Diakui Danang, keberadaan mal dan kampus di Jakarta memang menarik pengunjung. Kalau dilihat saja, untuk satu mal besar saja ada sekitar 10-20 ribu pengunjung setiap harinya, untuk kampus juga bisa belasan ribu.

"Mal dan kampus pasti menyumbang kemacetan karena menyebabkan mobilitas orang bergerak," tambahnya.

Danang menekankan kepada sistem transportasi yang lebih tertata. Juga aturan konfigurasi lahan di Jakarta. Karena kalau kemudian muncul kemacetan parah di sekitar Jakarta, yang terkena imbas juga kawasan di sekitar Jakarta.

"Pemindahan bukan mal dan kampus bukan solusi tunggal, pemindahan harus ditaruh dispanjang koridor umum," tutupnya.

Sebelumnya mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengusulkan agar mal dan kampus dipindahkan keluar Kota Jakarta. Emil mmberi contoh kota di AS, Washington DC, di sana mal tidak terdapat di dalam kota.

"Mal terdapat beberapa mil dari kota, jadi penduduk Washington kalau mau ke mal harus berkendara ke luar kota," kata Emil saat dihubungi detikcom.

Selain mal, demikian juga kampus. Sebagai contoh yakni UI, seandainya di kawasan Salemba masih terdapat kampus, bisa dibayangkan macet yang terjadi. Dia menyarankan kampus-kampus di Jakarta dipindahkan ke luar kota ke kawasan Jabodetabek atau Karawang.

(ndr/mad)


Berita Terkait