Polisi Diminta Selidiki Intensif Aktivitas 'Gayus' di Bali

Polisi Diminta Selidiki Intensif Aktivitas 'Gayus' di Bali

- detikNews
Minggu, 14 Nov 2010 15:32 WIB
Polisi Diminta Selidiki Intensif Aktivitas Gayus di Bali
Jakarta - Polisi diminta tidak hanya menyelidiki keberadaan terdakwa kasus mafia Pajak Gayus Tambunan di Bali. Polisi juga harus menyelidiki apa yang dilakukan orang yang diduga kuat Gayus itu selama di Bali.

"Polisi harus menyelidiki apa saja yang dilakukan Gayus di Bali serta pihak-pihak luar yang terkait dengan keluarnya Gayus dari tahanan," kata anggota Komisi III Didi Irawadi Syamsudin dalam siaran pers, Minggu (14/11/2010).

Dia menjelaskan, banyak isu dan rumor yang merebak terkait aktivitas orang mirip Gayus itu selama di Bali. "Penyelidikan seharusnya tidak hanya berhenti pada benar tidaknya foto atau kepergian Gayus ke Bali," terang ketua DPP Partai Demokrat korupsi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa saja ada pihak tertentu yang memiliki kepentingan dengan Gayus sehingga membantu meloloskan Gayus hingga ke Bali.

"Pihak-pihak luar ini tentu yang berkepentingan dengan Gayus," terangnya.

Polisi juga diminta jangan mengembangkan langkah yang justru mengarah pada intimidasi pers. "Memanggil wartawan tidak terlalu penting saat ini. Itu terakhir- akhir saja andai
polisi gagal mencari alat pembuktian lain," tutupnya.

Gayus diketahui sudah tidak ada di tahanan sejak Rabu 3 November 2010. Polri baru mengetahui hal ini hari Minggu 7 November. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi marah besar. Dia memerintahkan anak buahnya menembak Gayus jika eks pegawai Pajak itu tak segera balik ke selnya.

Gayus berhasil ditangkap di rumah mewahnya berharga miliaran rupiah di Kelapa Gading pada Minggu malam. Kasus Gayus makin heboh setelah muncul foto pria mirip Gayus dan mirip istrinya sedang menonton tenis di Nusa Dua Bali pada 5 November pukul 21.00 WIB.

Dari keterangan pihak kepolisian, Gayus diketahui memberi uang per minggunya ke Kepala Rutan Rp 5 juta dan per bulannya Rp 50-60 juta sejak Juli 2010. Sedang untuk petugas jaga berpangkat bintara Rp 5-6 juta per bulan.

(ndr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini