"Saatnyalah bermusahabah terutama para pemangku amanat, politisi, pejabat bermusahabah dulu. Jangan syirik. Seharusnya menghadapi musibah, mengucapkan innalillahi. Justru masih ada yang syirik, baik nyata maupun tidak. Hindarkan diri dari perbuatan syirik," ucap Din.
Hal tersebut disampaikan Din saat menerima Presiden Muhamadiyah Mauritius, Farad Abdul Muthallib, di kantornya, Jl Menteng Raya, Jakarta, Minggu (14/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya mengambil pelajaran tapi kita tidak sadar-sadar. Saya
sedih ada pemahaman bersifat mistis. Termasuk petruk-petruk, ini jelas syirik. Allah jelas marah," kata Din.
Din menyarankan agar saat melakukan muhasabah para pemimpin tidak tebar pesona diatas penderitaan para pengungsi.
"Muhasabah bukan demonstratrif. Boleh saja demonstratif. Tapi jangan kehilangan keihklasan. Justru politis, justru menebar pesona lain. Ini kan kontradiktif," tutup Din.
(ddt/ndr)











































