Din Syamsudin: Perbedaan Hari Raya Idul Adha Tidak Perlu Dibesarkan

Din Syamsudin: Perbedaan Hari Raya Idul Adha Tidak Perlu Dibesarkan

- detikNews
Minggu, 14 Nov 2010 14:24 WIB
Din Syamsudin: Perbedaan Hari Raya Idul Adha Tidak Perlu Dibesarkan
Jakarta - Perbedaan dalam menyambut hari Raya Idul Adha dikalangan ummat muslim
perlu disikapi dengan toleransi. Perbedaan itu diharapkan tidak dibesar-besarkan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PP MUhamadiyah Din Syamsudin saat
menerima Presiden Muhamadiyah Mauritus, Farad Abdul Muthallib di
kantornya, Jl Menteng Raya, Jakarta, Minggu (14/11/2010).

"Kita jaga toleransi, tidak perlu dibesarkan. Ini atas dasar keyakinan
agama. 10 Dzulhijah hari Selasa, silahkan. Rabu silahkan," kata Din Syamsudin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Din, umat islam dianjurkan puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Kebetulan menurut perhitungan, tanggal 9 Dzulhijah jatuh Senin bertepatan dengan jamaah haji besok wukuf.

"Maka sholat Idul Adha tanggal 16 November, Selasa," imbuh Din memberi alasan.

Din meminta agar pejabat ataupun pemimpin perusahaan tidak melarang pegawainya yang ingin melakukan salat Idul Adha pada Selasa (16/11). Selain itu, Din juga menyarankan agar hewan kurban sebaiknya disalurkan ke daerah bencana.

"Muhamadiyah memfatwakan akan lebih baik berkurban ke tempat bencana," imbau Din.

(Ari/ddt)


Berita Terkait