"Kami telah menaruh alat deteksi lahar, di sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Untuk aktivitas Merapi sudah berubah, yang semula eksplosif, sekarang jadi awan panas guguran, dari lava," kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) R Sukhyar kepada wartawan saat konferensi pers di Media Centre Tanggap Darurat Bencana Merapi di Lantai 1 Gedung Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B), Jl Kenari 14A, Yogyakarta, Minggu (14/11/2010).
Sukhyar mengatakan, bahaya Merapi masih berupa lahar dingin. Tapi aktivitas Merapi sudah berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi Merapi sampai saat ini masih berstatus awas. Namun ada revisi zona dampak letusan," ujar Sukhyar.
Rekomendasi zona aman ini telah menjadi ketetapan resmi yang diketahui kepala BNPB. Masa tenang Merapi sama seperti tanggal 26 Oktober-3 November. Sementara tangal 3-8 November merupakakan aktivitas Merapi yang paling tinggi.
(gun/ndr)











































