terutama ketika bencana melanda negeri ini seperti letusan Merapi. Oleh
karenanya Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indoensia (RRI) yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanganan Bencana (BPNB) meresmikan Studio Radio Tanggap Merapi hari ini Minggu (14/11/2010).
Dengan bertempat di Media Center jalan Kenari Yogyakarta, Studio Radio Tanggap Merapi ini nantinya akan mengabarkan segala informasi berkaitan dengan aktivitas Merapi maupun para pengungsi korban Gunung Merapi.
"Studio Radio Tanggap Merapi yang mengudara di FM 100,2 Mhz ini sebetulnya telah berjalan sejak Rabu (10/11) lalu," tukas Direktur Utama LPP RRI, Niken
Widiastuti kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mempunyai banyak seniman yang akan menghibur para pengungsi agar tidak jenuh dan stres, seperti campursari maupun memutarkan film khusus untuk anak-anak pengungsi," tambahnya.
Dalam acara tersebut, hadir pula kepala BNPB Samsul Ma'arif yang mengutarakan bahwa jajarannya akan siap membantu radio tanggap merapi untuk memberikan informasi yang akurat dan seimbang bagi para pendengar termasuk para pengungsi.
"Komunikasi menjadi penting karenanya semua bantuan bisa dengan cepat diberikan. Ini menunjukkan Indonesia tidak kehilangan rasa solidaritas dan rasa persatuannya walau tidak dinyatakan secara resmi," terang Samsul.
"Sekali mengudara tetap di udara," tutup Niken yang mengenakan baju terusan batik.
(ddt/ddt)











































