Agar Tak Timbulkan Pergolakan Politik, KPUD Tangsel Diminta Transparan

Agar Tak Timbulkan Pergolakan Politik, KPUD Tangsel Diminta Transparan

- detikNews
Minggu, 14 Nov 2010 10:15 WIB
Agar Tak Timbulkan Pergolakan Politik, KPUD Tangsel Diminta Transparan
Jakarta - Tipisnya selisih suara antara Arsid-Andre Taulany dan Airin-Benyamin di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) diduga bisa memicu pergolakan politik. Agar terhindar dari pergolakan politik, KPUD Tangsel diminta untuk transparan dan kredibel.

"KPUD Tangsel harus membuktikan bahwa segala proses yang mereka kelola itu mereka kelola dengan layak, transparan, bertanggung jawab dan tidak biarkan terjadi praktek yang menimbulkan konflik," kata pengamat politik yang juga warga Tangsel, Eep Saefulloh Fatah kepada detikcom, Minggu (14/11/2010).

Di sisi lain aparat keamanan selayaknya juga memahami apa yang terjadi sekarang sebagai ujian untuk mereka. KPUD juga diminta untuk menepis anggapan-anggapan miring yang selama ini dialamatkan kepadanya.

"Apakah mereka seperti yang sering dipersepsikan orang, gampang dikendalikan kekuasaan harus dibuktikan dengan mereka bisa kerja secara netral," imbuhnya.

Sebagai warga Tangsel, Eep berharap potensi konflik sebagai akibat hasil suara yang sangat tipis antara Airin dan Arsid tidak terjadi.

"Sekalipun potensi pergesekan ada, saya terus terang berharap itu tidak terjadi di Tangsel. Ini akan jadi pertaruhan KPUD Tangsel, kredibelitasnya diuji benar," tutup pria kalem ini.

Seperti diketahui, Airin-Benyamin didukung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI dan PKPI. Sementara Arsid-Andre Taulany cuma didukung oleh PPP, PBB, Hanura dan Gerindra.

Hasil penghitungan quick count Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan oleh dua lembaga survei, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Konsultan Citra Indonesia (KCI) menempatkan dua pasang kandidat Arsid-Andre 45,83% dan Airin-Benyamin 46,09%.
(anw/mad)


Berita Terkait