"Selain dari tekanan internasional, bebasnya Suu Kyi juga atas lobi Indonesia dan ASEAN kepada pemerintah junta militer Myanmar," kata Anas kepada detikcom, Minggu (14/11/2010).
Bebasnya Suu Kyi menurut Anas adalah angin segar bagi perkembangan demokrasi di Myanmar dan di dunia. Dia berharap pembebasan Suu Kyi ini bukan basa basi dari junta militer Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Anas, Suu Kyi adalah tokoh yang banyak menginspirasi para aktivis demokrasi dan kemanusiaan. Wanita berusia 65 tahun tersebut juga dianggap sebagai inspirasi untuk kemajuan demokrasi.
"Suu Kyi adalah inspirasi kemamjuan demokrasi. Kami ucapkan selamat kepada Aung San Suu Kyi," kata mantan Ketua Umum PB HMI ini.
Aung San Suu Kyi ini telah dibebaskan pada Sabtu (13/11/2010). Dia telah menjalani tahanan rumah selama 15 tahun dalam 21 tahun terakhir. Peraih Nobel itu awalnya akan dibebaskan pada tahun lalu.
Namun wanita berumur 65 tahun itu kembali dikenai tahanan rumah selama 18 bulan atas kasus seorang warga Amerika Serikat yang berenang menuju rumah Suu Kyi dan tinggal di rumahnya.
Pada Jumat, 12 November kemarin, ratusan pendukung Suu Kyi telah berkumpul di sekitar rumah pemimpin oposisi itu menyusul pemberitaan bahwa Suu Kyi akan segera dibebaskan. Namun anggota-anggota partai Suu Kyi, NLD, memberitahu mereka untuk kembali lagi hari ini.
(anw/anw)











































