"Dengan margin of error kurang lebih 1%, selisih 0,26 % , secara metodologi mengaburkan siapa pemenang Pilkada Tangsel," ujar Jembar saat dihubungi, Sabtu (13/11/2010) malam.
Padahal, menurutnya, situasi ini adalah situasi sangat rawan, menyangkut rekapitulasi manual yang dilakukan PPK dan KPUD Tangsel. Menurutnya, siapapun pemenangnya selisihnya sangat tipis dan tidak akan lebih dari 5.000 suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Majembar juga mengatakan, berbeda dengan hasil perhitungan LSI dan KCI, bagi tim Arsid-Andre pemenangnya adalah pasangan ini. Berdasarkan data yang dimilikinya, Arsid-Andre menang dengan perolehan 47%. Sedangkan Airin-Benyamin 45%. "Bukan seperti yang dirilis LSI," ujarnya.
Pihaknya juga siap melakukan gugatan seandainya Airin – Benyamin menang. Kubunya mengaku memiliki bukti kuat soal kejahatan struktural. Misalnya, kata dia, seperti apa yang ditangkapnya, yakni undangan pemilih disebar dengan sengaja salah alamat. "Yang menerima surat undangan bukan warga yang berhak memilih," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses Airin-Benyamin Very Muclis seusai menggetahui hasil perhitungan LSI menyatakan, angka yang diungkap LSI adalah fakta yang juga ada di real count.
Pihaknya percaya, karena posisi angka Airin-Benyamin terus bertambah. "Kita harus percaya survei, karena itu ilmu. Kami menang karena kami lebih siap dan kampanye kami tidak melakukan money politics. Kami melakukan kampanye modern yang bisa diterima seluruh lapisan masyarakat di Tangsel," ujarnya. (anw/anw)











































