Apa yang dipertontonkan Gayus kepada publik memang luar biasa. Di tempat yang terkenal sangar, rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Gayus dengan leluasa bisa keluar masuk penjara.
Bagaimana jika Gayus ditempatkan di LP Cipinang atau bahkan dibuang ke Nusakambangan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Johnson, Gayus dinilainya sudah setaraf mafia. Ditempatkan di mana pun, Gayus akan bisa melenggang bebas menghirup udara bebas.
"Banyak yang mau bantu dia," jelas Johnson.
Mendengar fakta terbaru soal kepergian Gayus, Johnson mengaku tidak terlalu kaget. Dia yakin, kepergian Gayus itu bukan yang pertama kali.
"Perginya kan bukan cuma sekali saja," lanjut Johnson.
Sebelumnya, Kepala Rutan Brimob Kelapa Dua, Kompol Iwan Siswanto, lewat pengacaranya Berlin Pandiangan mengakui kalau Gayus izin keluar Rutan pada Kamis malam. "Minggu kemarin itu, dia minta izin hari Kamis dan keluar hari Kamis malam," kata pengacara Kompol Iwan, Berlin Pandiangan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2010).
Namun pada Kamis malam itu juga, pria mirip Gayus tertangkap tidak sengaja oleh kamera wartawan Kompas Gatot Widakdo. Pria mirip Gayus dengan wig dan jaket yang sama tengah menonton pertandingan petenis China Li Na dan petenis Jepang Kimiko Date Krumm.
Pengacara Kompol Iwan yang lain, Burhan Bangun pun mengubah keterangan kliennya. Burhan mengungkapkan fakta baru kepergian Gayus.
"Rabu sore usai sidang, terus dibawa oleh Kejaksaan ke rutan, mandi-mandi dulu. Baru sorenya dibawa oleh sopirnya," kata Burhan, Sabtu (13/11/2010).
(mok/fay)










































