Mahfud MD: Jaksa Agung dari Eksternal Bisa Bikin Gebrakan

Mahfud MD: Jaksa Agung dari Eksternal Bisa Bikin Gebrakan

- detikNews
Sabtu, 13 Nov 2010 15:24 WIB
Mahfud MD: Jaksa Agung dari Eksternal Bisa Bikin Gebrakan
Jakarta - Siapa Jaksa Agung yang baru? Pertanyaan ini belum juga terjawab. Muncullah polemik eksternal dan internal. Bila Jaksa Agung yang baru berasal dari internal, dikhawatirkan akan tersandera sistem.

"Perlu orang luar (eksternal) biar bisa bikin gebrakan," kata Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk "Kejaksaan dalam Kandungan" di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (13/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalangan eksternal bukan berarti harus kalangan profesional. Bisa jadi sosok dari korps Adhyaksa namun yang tidak banyak berkutat di Kejaksaan Agung.

"Dulu kasus Cirus (jaksa Cirus) saling lempar, Kejaksaan dan Kepolisian saling bilang terserah. Beda sama sekarang," ujar Mahfud.

Di bawah Plt Jaksa Agung Darmono, keputusan penting relatif cepat diambil. Misalnya saja terkait deponeering kasus Bibit-Chandra.

Dia berpendapat, Darmono cukup banyak di daerah sehingga bisa disebut kalangan eksternal. Karena itu Darmono bukan elit yang tersandera kebijakan masa lalu.

"Untuk tahap awal dia (Darmono) bisa menunjukkan lilin baru dalam dunia penegakan hukum," sambung mantan menteri pertahanan ini.

Selama ini, lanjutnya, setelah reformasi masalah hanya berputar-putar sehingga reformasi kerap dilihat hingga memberhentikan Soeharto dan menteri-menterinya saja.

"Kita masih tersandera, tidak berani menampilkan pimpinan yang berani," ujar Mahfud.

Orang yang berani adalah yang diri sendirinya bersih. Kelak yang dipilih sebagai Jaksa Agung baru adalah yang paling sedikit dosa agar tidak terlalu banyak salah.

"Banyak orang yang saleh, tapi masih sebatas personal, belum saleh sosial," lanjut dia.

Sosok Jaksa Agung yang baru nantinya adalah yang bisa membangun kultur yang baik dan tegas. Kultur yang baik misalnya bisa ambil tindakan tegas pada persoalan masyarakat.

"Memang tidak penting mau internal atau eksternal. Yang penting dia merah putih, bersih dan berani. Karena kebersihannya dia berani," tutur Mahfud.

SBY telah menandatangani Keppres pemberhentian Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung terhitung sejak Jumat 24 September 2010.

Jabatan Hendarman digantikan sementara oleh Wakil Jaksa Agung Darmono.

(nvt/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads