Pasca Letusan Merapi, Pasar Tradisional Lumpuh & Harga Sayuran Naik

Pasca Letusan Merapi, Pasar Tradisional Lumpuh & Harga Sayuran Naik

- detikNews
Sabtu, 13 Nov 2010 15:02 WIB
Yogyakarta - Akibat letusan Gunung Merapi 5 November lalu, sedikitnya 15 pasar tradisional di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah lumpuh. Harga sayuran dan sembako juga naik akibat seretnya pasokan atau distribusi dari daerah lain menuju Yogyakarta.

Berdasarkan pantauan detikcom hingga hari ini, Sabtu (13/11/2010) pasar-pasar tradisional yang belum buka di antaranya Pasar Kejambon, Sindumartani Ngemplak, Pasar Bimomartani Ngemplak, Pasar Jangkang Ngemplak, Pasar Umbul, Umbulmartani, Pasar Pakem, Pasar Kaliurang, Pasar Srowolan Purwobinangun, Pasar Turi, Pasar Balerante Turi, Pasar Ngablak BangunkertoTuri, Pasar Bronggang dan Pasar Butuh Cangkringan. Sedang di Klaten adalah Pasar Manisrenggo, Pasar Kembang dan Pasar Surowono Kemalang.

Hampir semua pasar yang biasanya selalu ramai, justru terlihat sepi. Para pedagang memilih mengemasi barang dagangan untuk dibawa ke rumah sementara waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada yang berani buka sejak peristiwa Jumat itu. Biasanya tiap pasaran Kliwon dan Pon selalu ramai," kata Sudihardjo seorang pedagang di Pasar Kejambon.

Menurut dia, para pedagang yang sebagian besar adalah warga Ngemplak dan Cangkringan saat ini berada di pengungsian. Sedang warga sekitar pasar juga sudah mengungsi di wilayah Prambanan atau Klaten.

"Biasanya pedagang di Pasar Kejambon juga buka di Pasar Butuh, karena semua sudah mengungsi tidak ada yang buka. Sampai kapan, kami juga tidak tahu," katanya.

Sementara itu, di Pasar Demangan Yogyakarta, harga sejumlah sembako dan sayuran juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini karenan minimnya pasokan dari produsen yang sebagian berasal dari wilayah lereng Merapi. Seperti telur dan ayam potong yang sebagian besar disuplai dari wilayah Cangkringan, Ngemplak Sleman dan Manisrenggo Klaten.

Sedangkan sayuran sebagian besar dari wilayah Kecamatan Muntilan, Dukun, Sawangan Muntilan. Oleh karena wilayah itu terus menerus diguyur hujan abu, sebagian besar tanaman sayuran rusak dan jalur distribusi juga tersendat akibat hujan abu.

Harga cabai merah besar dari Rp 15 ribu/kg naik menajdi Rp 18 ribu/kg. Terong ungu dari Rp 3.500/kg menjadi Rp 6.500/kg. Ketimundari Rp 1.500 kg naik menjadi Rp 4 ribu/kg, kacang panjang dari Rp 4 ribu/kg menjadi Rp 10 ribu/kg. Jipang dari Rp 2.500/kg menjadi Rp 5 ribu/kg. Selanjutnya bawang putih dari Rp 21 ribu/kg menjadi Rp 24 ribu/kg.

Sementara itu harga sembako yang naik adalah gula pasir dari Rp 10 ribu/kg menjadi Rp 10.600/kg. Beras IR Rp 6.500/kg menjadi Rp 7.500/kg. Telur ayam ras yang kebanyakan pasokan dari Cangkringan, Ngemplak dan Manisrenggo dari Rp 12.500/kg naik menjadi Rp 13.500/kg.

(mok/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads