"Ini vibrasi. Ini bukan kegagalan mesin. Ini bukan hal yang signifikan. Ini harusnya dianggap sebagai masalah kecil," kata Chief Executive Qantas Alan Joyce seeprti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (13/11/2010).
Pesawat Boeing 767 bertujuan Melbourne, Australia harus kembali ke bandara di Perth, Australia Barat setelah 10 menit lepas landas pada Jumat, 12 November siang waktu setempat. Pesawat kembali ke Perth setelah kru mendeteksi sesuatu yang tidak biasa di salah satu mesin pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan bos Qantas itu, keputusan pilot untuk kembali ke Perth merupakan hal yang tepat. "Menurut saya pilot-pilot Qantas akan selalu bertindak dengan hati-hati dan kami mengharapkan mereka melakukan itu," tegas Joyce.
"Mereka membawa kembali pesawat ke bandara, beberapa maskapai lain mungkin akan terus melanjutkan. Qantas tak akan pernah melakukan itu," tandasnya.
Pekan lalu sebuah pesawat Airbus A380 milik Qantas mengalami ledakan di salah satu mesin ketika pesawat melintasi Batam. Pesawat superjumbo itu pun terpaksa kembali ke Bandara Changi, Singapura. Tak ada yang terluka dalam insiden itu namun kejadian tersebut telah menimbulkan kekhawatiran keamanan yang serius.
(ita/ita)










































