Suasana haru menyergap saat Angga mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, Jumat (12/11/2010). Sejumlah hadirin tampak terisak, tak kuasa menahan tangis.
Angga, warga dusun Tangen Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, memang sudah lama menjalin kasih dengan Resika warga Dusun Wates, Desa Petung, Kecamatan Dukun, Magelang. Mereka berencana akan menikah pada 15 November mendatang. Namun tak diduga, Gunung Merapi meletus dan mereka pun harus mengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angga mengakui, bencana Merapi sempat membuat hatinya galau. Sebab rencana pernikahan yang telah disusun jauh-jauh hari, terancam berantakan.
Apalagi keduanya juga menempati barak pengungsian yang terpisah cukup jauh. Angga berada di pengungsian Gedung Kyai Sepanjang Kota Magelang, sedangkan Resika di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Kota Magelang. Namun atas persetujuan semua pihak, akhirnya pernikahan itu dilaksanakan pada hari ini.
Ritual sakral bagi Angga dan Resika itu disaksikan ratusan pengungsi lainnya. Mereka langsung bertepuk tangan usai pasangan muda itu melaksanakan akad nikah.
Lalu di mana Angga dan Resika akan melewati malam pertamanya? Keduanya hanya tersenyum sambil saling pandang.
(djo/djo)











































