"Yang paling kritis di Mina adalah jamaah tersesat setelah melontar jumroh. Jamaah umumnya bingung dan tidak tahu jalan kembali ke maktab. Ada 30 bendera akan kita kibarkan untuk membantu jamaah," kata Kasatgas Mina, Subakin Abdul Muthalib, di Markas Pemondokan Petugas haji Mina, Rusyaifah, Makkah, Jumat (12/11/2010).
Menurut Subakin, saat ini persiapan di Mina sudah mencapai 95 persen. Petugas sudah melakukan observasi dan mempersiapkan maktab Indonesia yang jumlahnya 71 di Mina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai makanan, Subakin menuturkan, pihaknya menyediakan lebih dari cukup sehingga jamaah tidak perlu berebutan nantinya.
Subakin juga mengimbau jamaah tidak memaksakan diri melontar jumroh pada waktu yang utama (afdhol) bila tidak memungkinkan. Selain itu, demi keamanan jamaah juga diimbau tidak emosional saat melempar jumroh.
"Jangan sampai emosi membayangkan setan benar-benar di situ (jamarat)," imbau Subakin.
(iy/nik)











































