"Mereka mengalami trauma berat dan menjurus ke kondisi stres, sehingga terpaksa dirujuk ke RS khusus,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Priyantono Djarot Nugroho, Jum'at (12/11/2010).
Djarot menjelaskan, sebelumnya para pengungsi itu telah diberikan penanganan trauma di lokasi pengungsian masing-masing. Namun kondisinya tidak juga membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui terpisah, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Sutrisno membenarkan sejumlah pengungsi mulai mengalami tekanan kejiwaan. Saat ini BNPB sedang menginventarisir jumlah mereka agar bisa ditangani lebih tepat.
"Kami belum bisa sampaikan datanya karena masih dalam proses inventarisasi. Apalagi jumlah pengungsi juga terus bertambah," ungkap Sutrisno.
Sutrisno menyatakan kondisi ini wajar mengingat dahsyatnya letusan Gunung Merapi. Ditambah lagi tidak semua lokasi pengungsi memenuhi standar.
"Dari pengamatan kami therapy healing cukup efektif sehingga perlu dilanjutkan. Kita juga perlu memberikan siraman rohani pada pengungsi," tegas Sutrisno.
Jumlah pengungsi letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta menembus angka 279.702 jiwa. Sebanyak 91 ribu jiwa di antaranya, berada di Kabupaten Magelang.
(djo/djo)










































