"Beliau adalah pejuang yang kita merasa bangga dengan hasil perjuangan beliau," ujar Boediono usai melayat Des Alwi di rumahnya di Jl Taman Biduri, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (12/11/2010).
Boediono tiba di rumah duka sekitar pukul 13.40 WIB. Boediono yang mengenakan batik biru melayat sekitar 10 menit. Bersamaan dengan Wapres, melayat pula Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Des Alwi Abubakar, tutup usia pada Jumat (12/11/2009) dini hari. Des Alwi meninggal dalam usia 85 tahun.
Des Alwi dikenal sebagai anak angkat M Hatta dan Sjahrir. Semasa hidupnya, Des Alwi banyak merekam jejak sejarah kemerdekaan Republik Indonesia dalam bentuk film atau naskah, khususnya Bung Hatta.
Des Alwi juga dikenal luas sebagai sesepuh Banda Naira, Maluku, yang juga menjadi tanah kelahirannya. Di sinilah Des kecil 'berteman' dengan tokoh Indonesia saat dibuang penjajah Belanda seperti Soekarno, Bung Hatta, Sjahrir, dan Iwa Kusuma Sumantri serta Tjipto Mangunkusumo.
Di akhir hayatnya, ada cita-cita terpendam di benak Des Alwi. Dia sangat berharap Otorita Banda bisa terwujud. Jika ya, Banda yang berada di Kepulauan Maluku, akan seperti Batam.
(gun/asy)










































