"Kalau cuma wig sama kacamata seperti nggak cukup. Ini ala kadarnya sekali. Biasanya orang menyamar juga memakai identitas yang kentara sekali namun berbeda dari aslinya seperti tahi lalat," tutur kriminolog Erlangga Masdiana kepada detikcom, Jumat (13/11/2010).
Penyamaran yang ala kadarnya itu terlihat juga dari Gayus yang berdasar foto yang beredar tidak mengenakan make up. Padahal dalam penyamaran make up ini biasanya sering digunakan. Selain itu, orang-orang yang menyamar juga gemar menambahkan kumis dan cambang agar wajahnya terlihat berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyamaran, lanjut Erlangga, bertujuan untuk mendapat identitas yang ekstrem baru. Rupanya Gayus merasa tidap perlu tampil ekstrem agar benar-benar berbeda dari sosok aslinya.
"Biasanya yang begini ini karena pede tidak akan tertangkap, karena dia punya uang. Sehingga kemudian dia menganggap dirinya safe karena bisa berbuat banyak dengan uangnya," tambah Erlangga.
Menurutnya, untuk bisa check in pesawat, bisa saja Gayus tidak menggunakan KTP palsu. Karena di KTP asli tertera nama panjang yang membuat pemeriksanya tidak terlalu peduli.
"Kalau hotel, namanya tidak harus ada di sana (daftar tamu) karena bisa saja dipesankan orang. Atau dengan uang yang dia punya, dia bisa saja beli itu (agar namanya tidak tercantum)," tutur Erlangga.
Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat, dan meralat pernyataan dua hari sebelumnya bahwa dia tetap berada di tahanan. Namun ternyata, mantan pegawai Ditjen Pajak itu juga sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.
(vit/nrl)










































