Hingga malam tadi, Kamis (11/10/2010), perempuan berjaket warna merah itu masih berada di dalam bus jurusan PGC-Harmoni tersebut. Ia ditemani oleh beberapa petugas bus TransJ. Salah satunya memegang selembar kertas sambil melakukan pendataan.
"Tadi jatuh waktu dorong-dorongan, Mas," kata penumpang yang enggan disebutkan namanya itu kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penumpang tersebut, ada satu lagi korban yang diistirahatkan di dalam bus. Ia mengeluh pusing-pusing, namun hingga hampir satu jam setelah insiden terjadi, belum ada petugas medis yang datang ke lokasi.
Menurut saksi mata di lokasi, Kardi, ketika terjadi kecelakaan, bus berwarna abu-abu itu awalnya berjalan dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba bus berhenti dan asap keluar dari kap mesin yang berada di belakang. Penumpang pun berteriak-teriak dan panik.
"Bus-nya penuh sekali. Para penumpang berebutan turun dari bus dan menyelamatkan diri," katanya.
Menurutnya, hembusan asap dari mesin bus itu hanya berlangsung sesaat. Tidak ada api yang muncul dari mesin bus.
Sebelumnya, Asisten Manajer Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Bano Yogaswara mengatakan bus tidak terbakar dan tidak mengeluarkan api. Asap keluar dari kipas yang bocor karena mesin yang panas.
(irw/mok)










































