"Sejak 30 Oktober 2010 kami terpaksa menurunkan level pelayanan, Surat Express kami alihkan ke kilat khusus," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana di pos pengungsian Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis, (11/11/2010).
Ketut menerangkan, kebijakan tersebut terpaksa diambil karena prinsip layanan express adalah satu hari sampai ke tempat tujuan. Karena hal itu tidak memungkinkan lagi, maka diputuskan untuk menghilangkan paket tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, untuk kantor pos di empat Kecamatan Turi, Cangkringan, Kaliurang, Pakem, yang terkena dampak langsung dari letusan Merapi, ditutup karena tidak bisa beroperasi. Hal ini disebabkan karena di empat kecamatan tersebut masuk dalam radius berbahaya.
"Pelayanan di empat kantor pos di daerah rawan bencana letusan Gunung Merapi tersebut harus dialihkan ke kantor pos Ngemplak, Ngaglik, dan Sleman yang berada di daerah aman," ujarnya.
Selain itu ia berharap masyarakat yang akan mengirim surat atau paket, untuk ikut menyertakan nomor telepon orang yang dituju.
"Kami juga membuka posko penyerahan kiriman pos di Stadion Maguwoharjo. Seluruh kantor pos di Indonesia tengah mengumpulkan dana untuk membantu korban letusan Gunung Merapi," tukasnya.
Pada kesempatan tersebut PT Pos Indonesia menyerahkan bantuan uang tunai Rp 200 juta. "Sebelumnya PT Pos telah menyerahkan bantuan berupa selimut dan perlengkapan tidur," tuntasnya.
(fjr/mok)











































