"Gus Dur juga pahlawan, Pak Harto juga pahlawan, bahwa ada kesalahan itu manusiawi. Nanti lah apakah untuk jabatan berikutnya atau periode yang akan datang, mungkin untuk sekarang belum saatnya, gelar kan bisa diberikan kapan saja. Jangan dilihat itu ditolak," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
Seperti diketahui, dewan gelar tidak meloloskan kedua nama mantan Presiden tersebut menjadi pahlawan nasional. Dewan gelar merilis Yohanes Leimina dan Yohanes Abraham sebagai pahlawan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini setiap usulan itu tentu kita lihat ada resistensi, masih ada pertentangan. Apa yang diambil dewan gelar itu menurut saya sudah tepat, jangan ada friksi antar kelompok yang setuju dan tidak setuju," ujar Marzuki.
Marzuki berharap keputusan tersebut diterima oleh semua pihak. Persatuan bangsa lebih penting dari sekedar gelar pahlawan.
"Apalah arti satu gelar kalau menimbulkan perpecahan. Apalah artinya kalau menyebabkan friksi di antara anak bangsa," tandasnya.
Sebelumnya Golkar kecewa gagalnya Soeharto menjadi pahlawan nasional. Golkar merasa Soeharto dan Gus Dur layak diberi gelar pahlawan nasional.
(van/rdf)










































