Penganugerahan ini bagian prosesi puncak peringatan Hari Pahlawan. Upacara digelar di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
Dua pejuang kemerdekaan yang kali ini dianugerahi gelar pahlawan nasional adalah almarhum DR J Leimena dan almarhum Johanes Abraham Dimara. Leimena adalah tokoh dari Maluku yang pernah menjadi menteri kesehatan di era Presiden Soekarno. Johanes Abraham Dimara dari Papua adalah pejuang pembebasan Irian Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pangeran Mangkunegara IV (Raja Mangkunegaran)
2. Sayyid Idrus Bin Salim Segaf Al Jufrie (pejuang dari Sulteng)
3. Sutan Takdir Alisjahbana (sastrawan)
4. Raden Ngabehi Ronggowarsito (pujangga)
5. Raden Saleh Syarif Bustaman (pelukis)
6. Andi Makkasau Parenrengi Lawawo (pejuang dari Sulsel)
7. Hj Andi Deppu (pejuang dari Sulbar)
8. Alexius Impurung Mendur (pejuang foto jurnalistik)
9. Frans Sumarto Mendur (pejuang foto jurnalistik)
Sedangkan untuk Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dan Nararya diberikan kepada 2 putra terbaik bangsa. Yakni;
1. Marwoto Hadi Soesastro (executive director CSIS)
2. Abdul Kadir (seniman didong, Aceh)
Delapan orang budayawan juga dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma. Mereka adalah;
1. Prof Syafei Soemardja (pendidik dan pelukis)
2. Ki Nartosabdo (seniman musik dan dalang)
3. Affandi Koesuma (pelukis)
4. Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya (budayawan dan novelis)
5. Sjumandjaja (sutradara film dan budayawan)
6. WS Rendra (sastrawan, aktor dan penyair)
7. Mimi Rasinah (penari topeng)
8. Udjo Ngalagena (seniman angklung).
(lh/fay)










































