"Kurban tahun 2010 ini PDHI menurunkan sedikitnya 25 orang dokter hewan ke lapangan di seluruh wilayah DKI Jakarta termasuk di Kepulauan Seribu," kata Ketua Bidang Litbang PDHI Jakarta, Amir Mahmud, kepada detikcom, Kamis (11/10/2010).
Menurut Amir, pemeriksaan hewan meliputi pemeriksaan sebelum dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong (pos mortem). Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, dokter-dokter itu juga akan memantau kualitas kebersihan (higiene) daging hewan kurban. Higienik daging ini termasuk dalam 4 prinsip dasar
pemotongan hewan kurban selain syariat (halal), kesehatan hewan, dan kesejahteraan hewan (animal welfare).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berdasarkan hasil uji laboratorium. Namun, secara kasat mata, daging yang tidak higienis mengandung cemaran berupa kotoran hewan, tanah, pasir, batu, serpihan kayu, dan potongan rumput.
Ia melanjutkan, pencemaran daging hewan kurban sering terjadi pada saat proses pengulitan dan pemisahan jerohan. Cara kerja petugas yang kurang baik, pada proses ini bisa merobek lambung, sehingga isi lambung akan keluar dan mencemari karkas.
"Sebaiknya petugas mengenakan tutup kepala dan masker agar tidak mencemari daging, juga tidak makan, minum dan merokok saat bekerja," katanya.
Selain menerjunkan 25 dokter hewan menghadapi Hari Raya Kurban tahun ini, PDHI juga melakukan sosialisasi kesehatan hewan kurban dan higiene daging kurban.
(irw/fay)











































