"Salah satu ciri hewan kurban yang sehat terlihat dari giginya, namun banyak hewan kurban yang giginya rusak kemudian dicopot, diganti dengan gigi palsu," ungkap Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat E Kusdiana saat dihubungi, Kamis (11/11/2010).
Hingga saat ini lanjutnya, di Jakarta Barat belum ditemukan adanya hewan kurban yang dipasangi gigi palsu. Bagi masyarakat diimbau membeli hewan kurban dari penjual yang sudah dilakukan pemeriksaan. Selain itu bobot hewan juga harus diperhatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap lebaran haji tiba, di Jakarta Barat ada 120 sampai 150 pedagang hewan kurban. Mereka pun diimbau agar lebih memperhatikan kesehatan lingkungan.
"Kalau tidak diperhatikan akan menimbulkan penyakit. Rencananya tahun depan kita akan melokalisasi tempat penjualan hewan kurban agar kesehatanya lebih terkontrol," tambahnya.
6 Hari jelang Idul Adha, Sudin Peternakan dan Perikanan terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban. 1 Petugas dari masing-masing kecamatan dan 6 orang dari sudin diterjunkan.
"Ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban," tandasnya.
(did/rdf)











































