Juru bicara militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/11/2010), mengatakan, pesawat tempur Israel itu jatuh ketika tengah melakukan terbang latih rutin.
Pasukan Israel dalam jumlah besar saat ini dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian pilot dan navigator jet tersebut. Operasi tersebut dilancarkan di daerah Ramon Crater.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan Angkatan Udara Israel Ido Nehushtan telah memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan tersebut. Buntut kecelakaan tersebut, seluruh jet F-161 milik Israel langsung dikandangkan untuk sementara.
Kecelakaan jet itu sebenarnya terjadi pada Rabu, 10 November malam waktu setempat. Namun akibat sensor yang dilakukan militer Israel, publikasi berita tersebut baru bisa dilakukan setelah keluarga kedua kru yang hilang diberitahu. Hal tersebut merupakan praktek standar di Israel.
(ita/nrl)











































