"Saya kira Presiden sudah punya pertimbangan menuju G20, saya termasuk mendukung Presiden memprioritaskan G20. Tidak perlu Presiden harus menunggu bencana, yang penting cukup arahkan dan apabila ada hal krusial cukup diputuskan disini," ujar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2010).
Menurut Pram, perjuangan Indonesia masuk menjadi anggota G20 tidaklah mudah. Oleh karena itu, Presiden harus memperjuangkan sepenuhnya dalam pertemuan di Korsel tersebut untuk kemajuan perekonomian Indonesia.
"Itu kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan materinya menyangkut kawasan ekonomi global. Karena itu seyogyanya Presiden berangkat," terang Pram.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Priyo meminta Wakil Presiden Boediono saja yang berangkat ke Korsel.
"Mengingat situasi bencana membutuhkan konsentrasi penuh untuk penanganannya," ujar Priyo.
Keberadaan Presiden diharapkan dapat mengambil sejumlah keputusan penting di tengah situasi tanggap bencana. Sementara itu keberadaan Presiden di luar negeri tidak mendesak.
"Karena itu Presiden cukup mewakilkan," terang Priyo.
(van/rdf)











































