SBY Hadiri APEC di Jepang Sehari, Lalu Digantikan Boediono

SBY Hadiri APEC di Jepang Sehari, Lalu Digantikan Boediono

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2010 10:03 WIB
SBY Hadiri APEC di Jepang Sehari, Lalu Digantikan Boediono
Jakarta - Karena pemerintah daerah maupun sistem penanganan pasca bencana telahย  berfungsi dengan baik, Presiden SBY memutuskan untuk menghadiri KTT G-20 di Seoul selama sehari lalu menghadiri KTT APEC di Yokohama, Jepang, juga sehari. Setelah SBY pulang, posisinya di APEC digantikan oleh Wapres Boediono.

"Segera setelah saya selesai Summit G-20, besok sore (Jumat 12 November), saya langsung ke Yokohama, Jepang, untuk menghadiri KTT APEC hari pertama," ujar SBY dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Kamis (11/11/2010) pukul 09.30 WIB.

SBY menuturkan, pemerintah Jepang pagi tadi berkomunikasi dengannya. Jepang berharap Indonesia bisa hadir di sesi-sesi awal KTT karena mereka tahu SBY harus menangani masalah bencana di dalam negeri. "Saya diharapkan hadir di hari pertama, 13 November, ada agenda bilateral, ada statemen saya di sesi pertama APEC Summit. Pada tanggal 13 sore atau malam, saya kembali ke Tanah Air," ujar SBY yang mengenakan setelan jas gelap ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menuturkan, meskipun sistem penanganan bencana Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah telah bekerja, BNPB telah berfungsi, dia tetap tidak boleh berada di luar negeri terlalu lama.

SBY menambahkan, untuk KTT APEC hari kedua, akan terjadi aplusan, yaitu dihadiri oleh Wapres Boediono. Boediono akan menghadiri acara itu secara penuh. SBY mengingatkan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT APEC pada tahun 2013. Setiap KTT APEC digelar, selalu saja Bogor Goals yang dilansir di Bogor, disebut-sebut. KTT APEC harus diikuti secara kontinyu.

SBY menjelaskan, selain mengikuti KTT APEC, Boediono juga akan melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Di negeri itu, Boediono akan membahas kelanjutan kerja sama di bidang ekonomi. "Kita ingin kerja sama yang konstruktif," ujar SBY.

SBY menegaskan, Boediono berada di Jepang pada 14-15-16 November. "Wapres akan menjelaskan saatnya nanti," ujarnya.

(nrl/asy)


Berita Terkait