Demikian seperti dilansir dari channel6newsonline.com, Rabu (10/11/2010).
Gunung Merapi pertama meletus pada 26 Oktober lalu, namun letusan berikutnya menimbulkan korban lebih banyak, serta kerusakan dan gangguan yang lebih besar. Jumlah total korban tewas mencapai 191 orang. Selain itu, sejumlah maskapai internasional juga kembali membatalkan dan menunda rutenya dari dan menuju ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah AS mengimbau warga Amerika di Indonesia maupun yang bepergian melewati wilayah Indonesia untuk membuat rencana darurat, membawa dana tambahan, memakai asuransi perjalanan dan selalu memantau berita dan pengumuman maskapai yang ada.
"Warga AS harus menjauhi dari Merapi. Kami mengingatkan warga Amerika bahwa kemampuan tanggap darurat di Indonesia terbatas dan warga AS yang berada di sana harus mandiri," ungkapnya.
Pada Rabu (10/11), letusan terakhir Merapi memuntahkan abu vulkanik setinggi 2,5 km (1,5 mil) ke udara. Akibatnya awan panas pun kembali meluncur ke lereng gunung. Aktivitas Merapi terpantau masih tinggi.
Sejumlah maskapai internasional, termasuk Cathay Pacific, Value Air, Qantas dan Malaysia Air, juga telah membatalkan rute penerbangan mereka demi alasan keselamatan penerbangan. Namun demikian, beberapa maskapai lain seperti Singapura Airlines tetap beroperasi seperti biasa.
(nvc/nrl)











































