"Kalau (suap) itu terjadi harus dievaluasi, yang menyalahi aturan harus ditindak tegas, agar tidak ada lagi ke depan," ujar Wakil Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (10/11/2010) malam.
Kejadian seorang narapidana keluar dari rutan ataupun LP seperti yang terjadi pada Gayus ini, sudah sering terjadi. Hal ini, menurut Aziz seharusnya bisa menjadi koreksi bagi setiap Kepala Lapas maupun Kepala Rutan yang ada.
"Sebenarnya ini kejadian yang sudah sekian kali dilakukan, ini merupakan koreksi bagi Ka Lapas atau Ka Rutan untuk tidak mengulangi hal yang sama. Kalau izin berobat ya berobat, kalau izin nonton tenis ya nonton," tuturnya.
Sementara mengenai kebenaran isu dugaan suap dalam insiden 'keluarnya' Gayus dari rutan, masih harus dikrocek lebih lanjut. Namun, dugaan suap ini tidak boleh diabaikan dan harus diusut.
"Harus ditanyakan dengan Ka Lapas atau Ka Rutan tentang info tersebut, apa benar terjadi. Ini kan seperti dulu isu tentang fasilitas, perlu ditanya kebenarannya. Tapi tetap harus diusut," tegasnya.
Lebih lanjut, Aziz menambahkan, Komisi III DPR masih melakukan pengecekan terhadap pemberi izin Gayus 'keluar' dari rutan tersebut.
"Nanti kita cek. Izin itu dari pejabat yang berwenang, kita cek. Kepolisian kan hanya sebagai titipan," tandasnya.
Seperti diketahui Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat. Namun ternyata mantan pegawai Dirjen Pajak itu sempat pulang ke rumahnya di Kelapa Gading.
Bahkan, diduga Gayus menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11). Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.
Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Si wanita ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.
(nvc/ape)











































