"Posko mandiri semua dilaporkan, nggak ada yang nggak dilaporkan. Yang di rumah penduduk itu mungkin di keluarganya masing-masing," terang Bibit.
Hal itu ia katakan kepada wartawan di Media Center Tanggap Darurat Bencana
Merapi di Jalan Kenari 14 A, Yogyakarta, Rabu (10/11/2010) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait bantuan, Bibit menegaskan bahwa pengungsi yang akan menerima bantuan
dari pemerintah adalah yang tinggal di barak pengungsian. "Yang dapet ya yang di tempat pengungsian. Kalau keluarga masing-masing nggak jelas ya nggak dapet. Kalau di tempat keluarga masing-masing ya saya terima kasih, itu sudah diatasi oleh keluarga," ujar Bibit.
"Yo monggo saja, kalau itu saya malah terima kasih saling bahu membahu, tolong menolong. Namanya juga darurat," tambah mantan Pangkostrad ini.
Namun, ia tetap menyarankan agar para pengungsi berkumpul di satu lokasi
pengungsian saja. "Tapi saya tidak menganjurkan (di rumah penduduk). Yang baik ya tetap di penampungan. Kalau terlalu lama akan jadi masalah," tegasnya.
"Kalau sampai 2 minggu 3 minggu yang punya rumah ya resah juga. Makanya lebih baik di tempat penampungan yang telah disiapkan. Yang penting memperbaiki lingkungannya, sanitasinya, dapur lapangannya, tenda-tendanya. Mana tenda untuk sekolah, mana untuk kesehatan. Itu ditata sedemikian rupa supaya lingkungannya menjadi sehat. Supaya tidak menimbulkan masalah baru. Kalau itu tidak ditata dengan baik maka akan menimbulkan masalah baru. Letusannya belum selesai di sini timbul penyakit. Itu yang harus dijaga. Dan sekarang sedang kita usahakan penyempurnaan. Kalau di sana sini kurang ya namanya saja sekian banyak manusia. Yang seperti itu jangan langsung mengeluh," tutupnya.
(ape/ape)










































