"Akhirnya dibatalkan karena izinku dicabut," ujar anggota BAKN DPR, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,Β Rabu (10/11/2010).
Eva, yang sedianya menjadi ketua rombongan ke Belanda ini, mengaku kecewa kunjungan tersebut dibatalkan. Sebab, BAKN sudah mencoba transparan dengan terbuka kepada publik sebelum keberangkatan ke Negeri Kincir Angin tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, kunjungan tersebut tidak dapat dijadwalkan ulang karena delegasi tidak hanya DPR saja. Pembiayaan sepenuhnya juga dari dana hibah pemerintah Belanda, tanpa uang negara.
"Nggak bisa diganti karena term-nya habis Desember ini. Rombongan tetap berangkat ke Belanda yang dari pemerintah," keluh Eva.
"Ini kan ironi kami sudah transparan, tapi ikut dilarang," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan rombongan BAKN DPR dijadwalkan bertolak ke Belanda 15 November mendatang. Satu persatu anggota rombongan kemudian membatalkan karena larangan fraksi masing-masing, setelah peringatan keras pimpinan DPR.
(van/lrn)











































