Bahrun ditangkap pada Selasa (9/11/2010) kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB di depan kantor Pos dan Giro Pasar Kliwon, Solo.
"Telah dilakukan penangkapan terhadap seorang tersangka atas nama Muhamad Bahrunaim Anggih Tamtomo alias Naim, umur 27 tahun, alamat Jl Merodanan RT 2 RW 3, Kampung Merodanan, Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan kepada detikcom melalui pesan singkat, Rabu (10/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya pada 10 November 2010 pukul 05.00 WIB, berhasil dilakukan penggeledahan rumah pada alamat rumah tersebut di atas dan di dalam rumah berhasil diketemukan berupa peluru AK-56, 547 butir, peluru 9 mm, 32 butir, CPU komputer 6 unit," jelas Iskandar.
Bahrun saat ini telah dibawa ke Jakarta berikut barang bukti yang ditemukan. "Untuk tersangka dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Jakarta guna penyidikan lebih lanjut," imbuh Iskandar.
Belum diketahui keterlibatan Bahrun dalam aksi terorisme. Nama Bahrun selama ini juga belum dikenal di jaringan terorisme. Sebelumnya, Ketua RT tempat dimana Bahrun tinggal, Mulyadi, mengaku dirinya dipanggil untuk diminta menjadi saksi penggeledahan rumah kontrakan Bahrun. Namun saat dirinya tiba di rumah tersebut, dirinya sudah tidak melihat Bahrun dan keluarganya.
Keterangan di fotokopi KTP milik Bahrun yang disimpan Mulyadi, disebutkan Bahrun lahir di Pekalongan pada 6 September 1983. Di kolom alamat tertulis warga RT 01 RW 01, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon, Solo. Bahrun baru empat bulan mengontrak rumah tersebut bersama istri dan seorang anaknya.
Saat alamat yang tertera di KTP didatangi wartawan, ternyata itu adalah alamat orangtuanya yang bernama Faturrahman. Dia mengakui Bahrun adalah anaknya kedua, dari empat bersaudara.
(ape/fay)











































