"Daripada mengorbankan kepentingan ratusan ribu polisi yang lain, lebih baik mengorbankan 9 polisi yang menolong Gayus. Mereka layak dipamerkan, dipertontonkan ke publik," jelas anggota Kompolnas Novel Ali, saat berbincang di Jakarta, Rabu (10/11/2010).
Dia menjelaskan, hukuman itu diberikan setelah memang mereka 9 orang terbukti bersalah. Maksud dipertontonkan ke publik adalah agar timbul efek jera, karena hukuman secara sosial itu lebih berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel heran dengan tindakan perwira polisi yang mengizinkan Gayus pergi. Jelas-jelas tindakan itu mudah diendus publik, artinya tindakan mereka akan gampang diketahui umum, tetapi tetap nekat mengizinkan Gayus.
"Perilaku dan tindakan mereka sangat merugikan citra kepolisian. Sanksi seberat mungkin harus diberikan untuk pembelajaran bagi anggota yang lain," tutupnya.
Selain soal Gayus keluar tahanan, heboh juga muncul terkait beredarnya foto pria mirip Gayus yang tengah menonton tenis di Bali. Gayus sudah menyangkalnya, namun dari raut wajah, alis, hidung, dan bibir, pria di foto itu sangat mirip dengan Gayus. Polisi kini masih melakukan penyelidikan. Sedangkan kepala rutan dan 8 anak buahnya tempat Gayus ditahan di sel Brimob Kelapa Dua, telah dibebastugaskan dan akan disidang kode etik. Mereka terancam pemecatan.
(ndr/nrl)











































