"Saya sudah lihat pemondokan 1102, pemondokan terburuk, infonya dari wartawan," kata Suryadharma usai meninjau pemondokan di Mekkah, Selasa (9/11/2010) pukul 23.00 waktu Arab Saudi atau Rabu (10/11/2010) waktu Indonesia Barat.
Menag memulai peninjauan pondokan dari rumah nomor 1117 di kawasan Jarwal Makkah. Di rumah ini, Menag berdialog dan menyampaikan sekedar bingkisan kepada para jamaah dari Pandeglang yang tinggal di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mengimbau agar masalah air minum tersebut segera di atasi.
Dari rumah 1117, Menag meninjau rumah 1102. Rumah ini tidak sama sekali tidak menyediakan dapur sehingga jamaah memasak di kamar masing-masing. Sebelumnya anggota Komisi VIII HM Busyo telah meninjau rumah tersebut dan meminta agar rumah tersebut tidak dipakai lagi tahun depan.
Saat berdialog dengan Menag, jamaah kembali mengeluhkan masalah air yang tidak lancar dan pengembalian uang sisa sewa pemondokan. Menag pun menginstruksikan agar masalah tersebut segera diselesaikan.
Dari rumah 1102, Menag yang didampingi Dirjen Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Slamet Riyanto, lantas menuju rumah nomor 732 di kawasan Bahudman.Di rumah tersebut, Menag mengunjungi KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Rembang yang juga sesepuh PPP.
Menag membicarakan masalah haji dengan Mbah Maimun, begitu KH Maimun Zubair biasa dipanggil. Di akhir pertemuan Menag dan Mbah Maimun, sekitar pukul 23.30 waktu Arab Saudi, melakukan doa bersama untuk bangsa Indonesia yang belakangan ini dilanda bencana alam.
Dari peninjauan pemondokan, Menag menyimpulkan secara keseluran pelaksanaan haji di Makkah bagus namun ada masalah terkait air dan pengembalian uang selisih sewa rumah. Menag memerintahkan panitia penyelenggara ibadah haji untuk menyelesaikannya.
(iy/lh)











































