Curah Hujan Tinggi, Warga Bantaran Bengawan Solo Diminta Waspada Banjir

Curah Hujan Tinggi, Warga Bantaran Bengawan Solo Diminta Waspada Banjir

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 13:50 WIB
Solo - Tingginya curah hujan di kawasan hulu Bengawan Solo membuat permukaan sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut semakin naik. Bahkan di beberapa anak sungai, saat ini masih volume air masih meluap. Warga di kawasan bantaran diimbau untuk waspada tentang kemungkinan luapan air melebihi kapasitas yang bisa ditampung badan sungai.

Balai Besar Bengawan Solo mencatat saat ini tinggi air di Bengawan Solo telah sampai pada titik back water, yaitu tahap ketika air sudah meluap balik karena badan sungai sudah penuh. Di pos pemantauan tinggi air di jembatan Jurug, Solo, Selasa (10/11/2010) siang, ketinggian air telah mencapai angka di atas 7,5 meter.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bengawan Solo telah mencapai status 'siaga dua', satu tingkat lagi diatasnya adalah 'siaga awas' atau telah terjadi luapan banjir. Curah hujan masih sangat tinggi. Kewaspadaan kita bersama memang harus ditingkatkan," ujar Ruhban Ruzzianto, petugas di Balai Besar Bengawan Solo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya permukaan air tersebut dipicu karena hujan deras dan merata di kawasan Surakarta yang merupakan daerah kawasan hulu anak-anak sungai Bengawan Solo, sejak Selasa siang hingga malam. Bahkan hingga Rabu siang ini Kali Dekeng, salah satu anak Bengawan Solo yang berhulu di Klaten, masih menunjukkan luapan air sangat tinggi.

Tingginya curah hujan tersebut telah menyebabkan luapan air masuk ke pemukiman di seputar aliran Bengawan Solo. Sejumlah rumah di Kelurahan Sewu, Kelurahan Gandekan, dan Kelurahan Pucang Sawit Solo sejak Selasa malam hingga Rabu siang, terendam air hingga 50 cm.

Lokasi yang terendam air tersebut memang cukup dengan dengan badan Bengawan Solo. Banyak warga yang terpaksa mengungsi di tempat-tempat aman di tanggul sungai. Tak sedikit dari mereka yang mengungsi sembari membawa peralatan elektronik.

Selain itu, hujan yang sangat lebat juga pada Selasa sore juga merubuhkan tembok pagar pembatas kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Tembok yang roboh sepanjang 25 meter tersebut adalah tembok bagian timur yang memisahkan Fakultas Kedokteran dengan pemukiman warga.

Tembok roboh kearah pemukiman penduduk. Meskipun tidak menimbulkan korban, namun beberapa rumah warga terlihat mengalami kerusakan, terutama di bagian depan rumah karena terkena hantaman material pagar yang roboh. Ada salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah di bagian dapur.

Selain itu juga terdapat satu unit mobil milik warga yang rusak parah karena hantaman tembok kampus UNS tersebut. Mobil mini van itu bahkan terlihat terbalik karena kerasnya dorongan material tembok yang roboh.

Sementara itu, Walikota Surakarta, Joko Widodo mengaku sudah menyiapkan antisipasi jika sewaktu-waktu kondisi lebih buruk menimpa warganya. Hal itu dilakukan karena mengingat curah hujan yang semakin tinggi dan diperkirakan volume air tak lagi tertampung olah badan sungai.

"Kami sudah mengantisipasi itu, bantuan beras sudah disiapkan. Hari ini akan distribusikan kepada warga yang harus meninggalkan rumah karena rumahnya tergenang air," ujar Joko.

(djo/djo)


Berita Terkait