Balita itu bernama Mohamad Abdul Rozak (1,5 tahun). Ia adalah putra pertama dari pasangan Abdul Rozak dan Esti Ana, warga Kampung Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.
Rabu (10/11/2010), beberapa warga mengkafani dan menyalatkan balita itu di masjid setempat. Neneknya, Siti Aisyah dan ibunya menunggui. Pemakaman akan dilakukan setelah ayahnya datang dari Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah air surut, Siti membersihkan cucunya dari air bercampur lampur. "Ia batuk-batuk dan terus saya gendong. Saya baru sadar ia meninggal setelah cucu saya tak bergerak sama sekali," katanya di lokasi.
Sementara cucunya yang lain, Azzahra yang baru berumur 4 bulan, selamat. "Ia juga kena air. Makanya, ini mau saya periksakan ke puskesmas," kata Esti.
Esti menuturkan, luapan Sungai Beringin terhitung besar. Pasalnya, air menggenangi pemukiman hingga mencapai ketinggian 1,5 meter. Warga panik, sehingga tak sempat mencari tempat yang lebih aman.
"Tahun 2000 lalu, yang seperti ini pernah terjadi. Parahnya hampir sama," kata perempuan berjilbab ini.
Sungai Beringin meluap setelah hujan deras mengguyur, Selasa (9/11) sore. Daerah-daerah di pinggiran sungai tersebut, seperti Kelurahan Wonosari terkena dampaknya. Ratusan rumah rusak.
(djo/djo)











































