"Kemiripan foto itu 90 persen, yang beda hanya rambut dengan kacamata. Polri harus mengambil tidakan tegas kepada anggotanya jika benar Gayus dikeluarkan untuk itu. Ini menyangkut tindakan mafia pajak," ujar Pramono, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
Menurut Pram, Polri seharusnya memberlakukan aturan tegas kepada tahanan. Ia menuturkan, banyak spekulasi di masyarakat bahwa keluarnya Gayus karena kongkalikong dengan petugas di tahanan Mako Brimob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, menurut Pram, mudah saja dilakukan tahanan yang kaya raya. Oleh karena itu, Polri harus lebih tegas agar tidak ada permainan uang di tahanan.
"Itu bisa terjadi karena dia percaya diri, duitnya banyak, aparat bisa dia beli dan itu bisa dia lakukan. Tidak ada kesedihan kegalauan malah menonton tenis," keluh Pram.
Pram berharap, Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh. Sebab, bagaimanapun hal ini menyangkut kredibilitas Polri.
"Kami yakin Komisi III (DPR) akan mengklarifikasi tersebut karena apa pun ini tanggungjawab Kapolri. Tidak cukup 8 (petugas) dibebastugaskan. Ini menjadi hal untuk membuka pintu kasus yang lebih besar dari ini," jelas Pram.
Pram kemudian mengkritik kinerja Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Dia berharap Satgas lebih serius lagi mengurus kasus mafia hukum.
"Tugas Satgas mafia hukum hanya di permukaan, padahal seperti kasus Gayus kalau didalami kan yang seperti ini bisa muncul ke permukaan," tutupnya.
(van/lrn)










































