Seorang Pemuda Solo Ditangkap Densus 88

Seorang Pemuda Solo Ditangkap Densus 88

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 11:50 WIB
Solo - M Bahrun Na'im (27), ditangkap Detasemen Khusus (Densus) Anti-Teror 88, Rabu (10/11/2010) pagi buta. Belum ada penjelasan tentang dugaan kerterlibatannya dalam tindak pidana terorisme. Namun dari rumah kontrakannya, polisi menemukan ratusan amunisi dan beberapa peralatan eletronik yang ikut disita.

Beberapa warga menuturkan, sejumlah anggota Densus datang ke rumah kontrakan Bahrun di Kampung Mertodranan Rt 02 RW 3, Kalurahan Pasarkliwon, Solo, Rabu (10/11/2010) saat subuh. Polisi datang dengan mengendarai sebuah mobil penumpang dan satu mobil boks.

"Tidak ada kerubutan yang kami dengar setelah polisi masuk, selama beberapa lama di dalam rumah. Tak lama kemudian beberapa anggota Densus itu datang menemui Pak RT," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua RT setempat, Mulyadi, mengaku dirinya dirinya dipanggil untuk diminta menjadi saksi penggeledahan rumah kontrakan Bahrun. Namun saat dirinya tiba di rumah tersebut, dirinya sudah tidak melihat Bahrun dan keluarganya.

"Saat dibawa masuk, saya sudah tidak melihat Mas Bahrun maupun keluarganya. Padahal sore harinya sejumlah tetangga masih mengetahui istri dan anak Mas Bahrun berada di rumah tersebut," ujar Mulyadi.

Namun Mulyadi menyaksikan petugas menggeledah barang-barang di dalam rumah kontrakan Bahrun. Diantaranya barang-barang yang disita, menurutnya, dalah ratusan butir peluru, sarung senjata api genggam, satu unit laptop, satu unit CPU, puluhan keping CD, serta beberapa buah buku.

Belum diketahui keterlibatan Bahrun dalam aksi terorisme. Nama Bahrun selama ini juga belum dikenal di jaringan terorisme. Dalam keterangan di fotokopi KTP milik Bahrun yang disimpang Mulyadi, disebutkan Bahrun lahir di Pekalongan pada 6 September 1983.

Di kolom alamat tertulis warga RT 01 RW 01, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon, Solo. Bahrun baru empat bulan mengontrak rumah tersebut bersama istri dan seorang anaknya.

Saat alamat yang tertera di KTP didatangi wartawan, ternyata adalah alamat orangtuanya yang bernama Faturrahman. Dia mengakui Bahrun adalah anaknya kedua, dari empat bersaudara.

Namun Faturrahman menolak memberikan penjelasan terkait penangkapan anak keduanya itu. Dia juga menolak menjelaskan aktivitas keseharian Bahrun.

(djo/djo)


Berita Terkait