Â
Warga yang berdatangan itu memeriksa setiap sudut barak pengungsian, khususnya bagian gudang. Mereka mencari-cari barang yang masih bisa dimanfaatkan, seperti pakaian, selimut, makanan, pembalut wanita, makanan bayi dan obat-obatan.
Gudang penyimpanan barang di barak pengungsian tersebut tampak terkunci. Hal ini membuat beberapa warga masuk dan mengeluarkan barang-barang yang masih bisa dipakai melalui jendela. Barang-barang tersebut kemudian diangkut dengan sepeda motor.
"Barang-barang ini akan dibawa ke tempat pengungsian kita sekarang di Prambanan," kata Suryono, salah satu warga Glagaharjo, Rabu (10/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 Tenda komando yang berada di halaman barak pengungsian itu juga roboh akibat tak kuat menahan abu vulkanik. Di sekitarnya tampak puluhan botol air mineral ukuran 600 mililiter berserakan.
Barak pengungsian Glagaharjo sebelumnya menampung sedikitnya 1.000 orang pengungsi. Namun saat letusan besar Merapi terjadi pada 5 November lalu, para pengungsi dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Barak pengungsian tersebut berada sekitar 11 km dari puncak Merapi.
(djo/nrl)











































