"Bedug ini budaya lokal, dan bisa masuk ke masjid. Jadi Islam tidak harus menghilangkan budaya lokal, tidak menghilangkan agama lain. Ini prinsip lakum dinukum waliyadin," kata pengurus MUI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa, yang mendampingi Obama di Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2010). Ali menceritakan hal tersebut dalam perbincangan dengan detikcom lewat telepon.
Obama pun dijelaskan mengenai bedug yang merupakan alat untuk menandakan waktu salat, sebelum ada speaker. Bedug di Istiqlal dibuat dari kayu Meranti berusia 300 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama Tanya Kalimat Tauhid
Obama dalam kunjungan 25 menit di Istiqlal bersama istrinya Michelle yang mengenakan kerudung itu diterangkan mengenai sejarah Masjid Istiqlal yang dibangun pada tahun 1961 atas prakarsa Soekarno. Lambang Istiqlal banyak bercerita mengenai kemerdekaan Indonesia. Mulai dari simbol 17 dan juga 45.
"Saya katakan kepada Obama, Islam memberikan semangat kemerdekaan bagi setiap orang, melarang penindasan kepada grup dan bangsa lain," urainya.
Obama juga diantar ke tempat imam salat. Obama tampak mengagumi arsitektur Masjid Istiqlal, termasuk kubahnya. "Dia kagum akan dome, dia juga menanyakan apakah Istiqlal adalah masjid terbesar di Indonesia," terangnya.
Obama juga sempat bertanya mengenai berapa jumlah karyawan Istiqlal dan siapa yang menggaji dan menanyakan kaligrafi kalimat tauhid, laa ilaaha illallah. "Obama juga bertanya mengenai tulisan Alquran yang berada di dalam masjid, dan saya menerangkan kalau itu artinya tiada Tuhan selain Allah," tuturnya.
Ali juga meminta agar Obama membantu dalam pendirian masjid komunitas muslim di Washington yang masih belum mendapat izin. Selaku orang yang memiliki posisi kuat untuk menciptakan perdamaian dunia, Ali berharap Obama bisa membantu memberikan kemudahan izin untuk toleransi beragama.
"Saya katakan, Anda punya peran penting untuk menjaga perdamaian," urai Ali.
Obama pun menyatakan tugas menjaga perdamaian tidak bisa dipikul sendiri, tentu harus ada bantuan pihak lain. "Insya Allah," ujar Obama.
(ndr/asy)











































