Kendaraan Menumpuk, Jalan Raya Bogor Arah Jakarta Macet Berkilo-kilometer

Dampak Obama

Kendaraan Menumpuk, Jalan Raya Bogor Arah Jakarta Macet Berkilo-kilometer

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 10:37 WIB
Kendaraan Menumpuk, Jalan Raya Bogor Arah Jakarta Macet Berkilo-kilometer
Jakarta - Pengalihan beberapa ruas jalan mengakibatkan sepanjang Jalan Raya Bogor menuju Jakarta tumpah ruah oleh kendaraan. Tak pelak hampir dua jam sudah sejak pukul 08.00 WIB kemacetan yang mengular belum mencair.

Pantauan detikcom, Rabu (10/11/2010) pukul 10.15 WIB, seluruh kendaraan dari Depok menuju UI dialihkan melalui Jalan Juanda yang berujung di Jalan Raya Bogor. Keadaan semakin semerawut saat kendaraan yang dilaihkan tersebut membaur bersama kendaraan yang lebih dulu "parkir" di jalan tersebut.

Beberapa penumpang angkot menunggu pasrah di warung-warung sampai sopir angkot mau beroperasi kembali. "Saya belum bisa jalan kalau masih begini keadaanya," ujar seorang sopir. Sopir angkot malas narik karena tidak bisa menjanjikan akan tiba di tujuan akhir, mengingat lalu lintas yang tidak bersahabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang yang umumnya pegawai kantoran mulai panik sambil sesekali melihat ke arah jam tangan mereka. "Aduh sampai jam berapa di sini, sudah jam berapa ini," kata seorang penumpang yang beristirahat di sebuah warung.

Polisi lalu lintas yang berjaga juga tidak dapat berbuat banyak melihat kemacetan yang masih panjang. Solusi mengalihkan semua kendaraan menuju Jalan Raya Bogor ternyata membuat macet yang tak dapat terhindarkan hingga berkilo-kilometer.

Sedangkan untuk arah sebaliknya terpantau sangat lancar. Kendaraan dari arah Jalan Raya Bogor menuju ke arah Bogor tampak leluasa berjalan.

Penutupan atau pun pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan dalam rangka memberi jalan bagi Presiden Obama yang baru saja selesai berpidato di Kampus UI. Obama meluncur ke Bandara Halim, untuk selanjutnya terbang ke Korsel menghadiri KTT G-20. Kunjungan ini dipersingkat beberapa jam karena Gedung Putih mengkhawatirkan abu Merapi.
(lia/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini