Saat dikonfirmasi, Kabiro Humas Imigrasi MJ Baringbing mengatakan, koordinasi memang kerap dilakukan dengan polri jika ada seorang DPO yang diburu. Namun untuk Gayus, pihaknya belum mendapatkan laporan.
"Hal biasa untuk mengamati orang-orang khusus yang sedang dicari. Bahkan pencarian orang asing, disampaikan ke bandara," kata Baringbing kepada detikcom, Selasa (9/11/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu dekat, dia berjanji akan berkoordinasi dengan petugas imigrasi bandara untuk mencari kejelasan soal informasi ini. "Mungkin informasinya langsung ke lapangan, sebab ini tidak masuk ke saya," tukasnya.
IPW sebelumnya memberikan informasi bahwa Gayus sebenarnya telah 'kabur' sejak Kamis (4/11).
"Hasil penelusuran Indonesia Police Watch, Gayus keluar dari Rutan Brimob, Kamis siang dikawal 3 polisi. Namun Jumat siang polri panik karena kehilangan jejak Gayus," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada detikcom, Selasa (8/11/2010).
Neta mengatakan, pada Jumat malam sampai Sabtu pagi Mabes Polri kewalahan dan sibuk berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Selanjutya, Polri meminta imigrasi memblokir Gayus.
"4 sketsa Gayus dengan berbagai versi diserahkan Polri ke imigrasi. 3 pejabat Polri intensif koordinasi dengan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta sampai Sabtu pagi agar menangkal Gayus ke luar negeri," imbuh Neta.
Akhirnya posisi Gayus diketahui oleh petugas. Petugas kemudian menjemputnya dan membawa langsung ke Rutan Brimob.
"Setelah diketahui Posisi gayus diketahui minggu pagi dan langsung dibawa ke Rutan Brimob," tegasnya.
Akibat insiden ini, 9 penjaga Rutan Brimob akhirnya dicopot Mabes Polri. Mereka dianggap lalai mengizinkan Gayus ke luar Rutan tanpa prosedur.
Selain itu, ada foto pria yang mirip dirinya saat sedang menonton turnamen tenis di Bali. Namun Gayus telah menyangkal foto itu adalah dirinya.
(mad/ddt)











































