Negara saat jamuan makan malam dengan Presiden Amerika, Barack Obama. Kedatangan Mega ini disinyalir sebagai indikasi semakin harmonisnya hubungan PDIP dengan Istana.
"Kedatangan Mega bisa menimbulkan spekulasi politik terkait hubungan yang makin harmonisnya hubungan Ibu Mega dengan Istana," ujar pengamat politik, Burhanudin Muhtadi, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010) malam.
Menurut Burhan, menghadiri jamuan makan malam dengan Obama hanya untuk menutupi motif sebenarnya dari PDIP. Karena apabila dikaitkan dengan eskalasi politik yang terjadi belakangan ini, indikasi tersebut sangat kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu Mega harus bisa mengendurkan hubungan yang bersifat antagonis dengan istana.
Caranya bersamaan dengan momentum kedatangan Obama," kata peneliti LSI ini.
Burhan menambahkan, setelah lengser sebagai Presiden Mega tidak pernah memenuhi undangan peringatan 17 Agustus di Istana. Burhan pun tak yakin, kedatangan Obama mengubah pendirian Mega.
"Undangan resmi negara pada 17 Agustus, Mega tidak datang. Masak peringatan 17an dikalahkan Obama, tidaklah. Kedatangan Obama untuk menutupi motif asli PDIP yang semakin mesra dengan istana," nilai Burhan.
Sebelumnya diberitakan, Megawati hadir memenuhi undangan jamuan kenegaraan dalam rangka kunjungan Presiden AS Barack Obama.
Pantauan detikcom, Selasa (9/11/2010), Megawati hadir bersama suaminya yang juga
Ketua MPR Taufiq Kiemas. Dia mengenakan kebaya putih dengan dibalut selendang
ungu. Dengan setengah membungkuk, Obama pun menyalami putri Bung Karno tersebut.
Tidak hanya itu, Megawati juga duduk jajaran tamu utama, bersama Obama, Presiden
SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan juga Michelle Obama. Megawati duduk tepat di
sebelah kiri Michelle.
(ddt/mad)











































