Mengapa Harus Takut Putus Kontrak Saudi Airlines?

Laporan dari Arab Saudi

Mengapa Harus Takut Putus Kontrak Saudi Airlines?

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 00:18 WIB
Mengapa Harus Takut Putus Kontrak Saudi Airlines?
Jeddah - Pemerintah diimbau tidak perlu takut memutus kontrak dengan Saudi Arabian Airlines (SAV). Banyak negara lain yang tidak memakai jasa SAV tetap bisa berhubungan baik dengan pemerintahan Arab Saudi.

"Sekarang lihat negara lain, banyak yang tidak menggunakan Saudi Airlines, mengapa kita harus takut," kata  anggota Komisi VIII DPR Hasrul Azwar pada wartawan di sela rapat evaluasi di Kantor Konjen RI di Jeddah, Selasa (9/11/2010).

Menurut Hasrul,  maskapai swasta atau plat merah dalam negeri cukup mampu menerima amanah mengangkut sekitar 221 ribu jamaah haji Indonesia.  Apalagi soal penerbangan berlaku hukum-hukum internasional. Bila berkinerja buruk tentu ada konsekuensi yang mengikutinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Pengawas haji DPR sebelumnya mengusulkan agar pengangkutan jamaah 100 persen menggunakan Garuda Indonesia Airlines (GIA). Namun atas usulan itu Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan sulit mewujudkan keinginan untuk memutus kontrak dengan SAV. Menurut Menag, memutuskan kontrak dengan SAV dikhawatirkan akan membuat terlantar jamaah karena Garuda belum mampu mengangkut semua jamaah.

Sementara itu anggota tim pemantau haji lainnya dari Komisi VIII Nurul Iman Mustofa mengungkapkan komisi VIII merekomendasikan pada pemerintah agar mengevaluasi SAV  untuk musim haji tahun depan. Bila sulit memutus kontrak, porsi kloter yang harus diangkut disarankan dikurangi.

Rekomendasi diberikan menyusul seringnya SAV terlambat menerbangkan jamaah haji Indonesia. "Kinerjanya benar-benar buruk,” kata Nurul. DPR juga meminta pemerintah untuk mengirim nota protes terhadap masalah keterlambatan SAV tersebut.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyiratkan akan sulit
bagi Indonesia memutus sama sekali kontrak penerbangan haji dan SAV.

"Tetap kami evaluasi, mungkin keterbatasan armada bisa juga menyebabkan keterlambatan,” kata Slamet.

Sebelumnya pada 14 Oktober Kementerian Agama telah melayang surat protes
terhadap penerbangan Saudi Arabia Airlines. SAV telah terlambat memberangkatkan calon jemaah haji  kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi
Bekasi dan Kloter 4 Embarkasi Batam. Kloter 5 Embarkasi Bekasi untuk calhaj Jawa Barat terlambat sampai 15 jam dan Kloter 4 Embarkasi Batam untuk calhaj Riau sampai 20 jam.

(iy/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads