Dari pantauan, Selasa (9/11/2010) malam, Sungai Banjir Kanal Barat meluap. Airnya menggenangi Perumahan Tanah Mas. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 75 cm.
Warga setempat berusaha menyelamatkan barang-barang mereka. Sebagian 'mengungsi' ke Gereja Kristen Muria Indonesia Gloria Patri dan Klenteng Tri Setya Bhakti yang letaknya lebih tinggi dibanding tempat tinggal mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang sehari-hari digunakan untuk mengeruk sungai itu, terjebak.
Sejumlah pekerja gagal menyelamatkannnya.
Dari informasi yang dihimpun, Kali Beringin di Mangkang juga meluap.
Ini mengakibatkan arus lalulintas Semarang-Kendal lumpuh. Polisi mengalihkan arus melalui Boja Kendal. Meski demikian, sebagian nekad menerobos jalan tersebut.
Kemacetan serupa juga terjadi di Jrakah, Ngaliyan. Satu jalur dari
arah Timur terpaksa jadi dua lajur. Sebabnya, sebuah pohon tumbang
menghalangi satu lajur dari arah Barat.
Rumah-rumah di Gemah, Gayamsari, tergenang air setinggi 50-75 cm. Meski saat ini mulai surut, warga masih khawatir, karena rintik gerimis masih terasa. Jika hujan turun lagi, dipastikan genangan akan kian tinggi.
Jalan-jalan di pusat kota seperti Jalan Pahlawan, Pemuda, Siliwangi, dan lain sebagainya sempat tergenang air. Lalulintas jadi kacau. Apalagi, hal itu terjadi saat warga pulang dari bekerja.
Hingga pukul 21.45 WIB, hujan memang sudah tak lagi mengguyur. Namun,
di beberapa kawasan, gerimis masih terasa.
(try/mad)










































