"Wah kami di sini nggak bisa memberi makan ternak karena rumputnya kena hujan abu semua, Mbak. Terpaksa kami harus beli," kata Heru, warga Bakalan Lor, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010).
Menurut dia, seiikat rumput ternak yang beratnya sekitar 30 kg harganya Rp 10 ribu. Orang-orang dari Kulon Progo dan beberapa daerah Yogya datang ke Magelang untuk menjual rumput-rumput bagi pakan ternak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dusun Bakalan Lor juga dilanda luapan lahar yang mengalir di Kali Krasak. Beruntung, tidak ada rumah warga yang terkena luapan. Hanya saja, sawah-sawah warga terkena dampaknya.
"Saluran irigasi mati semua tertutup lahar dingin. Warga harus kerja bakti membersihkan itu," lanjut Heru.
Sejak letusan Merapi pada 4 November malam hingga 5 November dini hari, listrik di Dusun Bakalan Lor dan sekitarnya padam. Sudah hampir seminggu, listrik belum juga pulih sehingga warga harus bergelap-gelapan.
"Kalau mau mengecharge HP, harus ke kota kecamatan yang jaraknya sekitar 5 km. Kita nggak tahu kenapa mati lampu, soalnya PLN Salam dan PLN Muntilan nggak bisa dihubungi. Muntilan ke selatan hampir lumpuh," sambung Heru.
(vit/asy)











































