Kedua yang tewas masing-masing Khairunnisa Rahmadani (10), siswa kelas 5 SD dan Muhammad Husnan Siddik (7) yang masih kelas 3 SD. Keduanya dikebumikan pada Selasa (9/11/2010), di pekuburan umum yang tak jauh jauh dari rumahnya di
kawasan Kedai Durian.
Sementara Aulia Desi yang berusia empat tahun, masih kritis. Kini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Sejati, Jl. AH. Nasution, Medan.
Kakak kandung kedua korban, Nurul Rahmatina (14) mengatakan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Senin (8/11/2010), Khairunnisa sempat mengeluh sakit perut. Setelah itu muntah-muntah disertai kejang.
Tubuh Kharunnisa juga terlihat membiru setelah makan nasi dengan lauk bakso goreng. Makanan itu dibeli dari seorang pedagang keliling yang ada di depan sekolahnya,
"Satu jam siap makan, adik katanya sakit perut. Terus muntah-muntah. Adik satu lagi juga begitu. Sorenya meninggal," kata Nurul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk di antaranya memeriksa sampel makanan dan muntah kedua korban guna memastikan kandungan racun yang diduga kuat mengakibatkan tewasnya dua putri pasangan Subandi dan Eriyani ini.
"Tetap dilakukan pemeriksaan sampel makanan di laboratorium," kata Simon.
(djo/djo)











































