Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Subandriyo menegaskan bahwa fase puncak letusan Merapi telah terlampaui. Namun ia meminta masyarakat tetap waspada.
"Letusan yang telah terjadi telah melampaui kondisi maksimum dalam sejarah letusan Gunung Merapi yang tercatat, dan sangat kecil kemungkinan akan terjadi letusan besar yang mampu mengeluarkan bahan material melebihi 100 juta meter kubik. Jadi secara umum gunung Merapi sudah melewati fase berbahayanya," terang Subandriyo dalam rilis media center tanggap darurat bencana merapi, Selasa (9/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subandriyo menjelaskan, aktivitas dan letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 sangat jauh berbeda dengan yang terjadi dalam 100 tahun terakhir.
"Letusan kali ini ditandai dengan letusan eklusif yang mencapai skala 4 (dari skala 8 yang merupakan ukuran maksimum letusan sebuah gunung berapi), yaitu material yang dikeluarkan melampaui 100 juta meter kubik dengan lontaran batu pijar, pasir dan awan panas yang bisa mencapai ketinggian 10 km dari ujung kepundan gunung," tambahnya.
Menurut Subandriyo, letusan yang terjadi pada tahun 2010 ini melebihi letusan Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 1872 yang mengeluarkan bahan material lebih dari 100 juta meter kubik, dengan suara gemuruh melebihi 60 km, melewati masa getaran lebih dari lima hari, dengan kecepatan injeksi magma sangat cepat dari kedalaman 6 km sebesar 25 meter kubik hingga 35 meter kubik per detik atau dalam beberapa jam mencapai 3 juta meter kubik. (mad/mad)











































