2 WNI yang Diculik di Nigeria Bekerja untuk Perusahaan Malaysia

2 WNI yang Diculik di Nigeria Bekerja untuk Perusahaan Malaysia

- detikNews
Selasa, 09 Nov 2010 17:14 WIB
Jakarta - 2 WNI yang diculik di Nigeria, Robert Tampubolon dan Permana Nugraha, bekerja untuk perusahaan Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kini tengah berupaya membebaskan keduanya.

"Mereka bekerja di Armada Tuah, milik perusahaan Malaysia," kata juru bicara Kemlu, Michael Tene, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/11/2010).

Kemlu sudah meminta KBRI berkoordinasi dan mencari informasi kepada Kementerian Luar Negeri Nigeria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KBRI sudah berkoordinasi dengan Kemlu Nigeria di Abuja," tutup Michael.

Kelompok bersenjata menyerang sebuah kawasan pengeboran minyak di lepas pantai Nigeria. Para pria bersenjata itu menculik tujuh warga asing yang bekerja di kilang tersebut. Di antara ketujuh orang yang diculik itu termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).

Demikian disampaikan juru bicara perusahaan eksplorasi minyak Afren seperti dilansir kantor berita Reuters.

Kelompok bersenjata menyerang kilang minyak Afren di Niger Delta pada Minggu, 7 November malam waktu setempat. Ketujuh pekerja kilang yang diculik semuanya warga asing. Selain dua WNI, lima kru asing lainnya yang diculik adalah dua warga AS, dua warga Prancis dan seorang warga Kanada.

Sebuah kelompok militan utama di Nigeria hari ini mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke pengeboran minyak Afren tersebut. Kelompok yang menamakan dirinya Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND) tersebut menyatakan bahwa mereka tengah menyandera para kru yang diculik dari kilang minyak tersebut.

"Semua ekspatriat yang diculik baik-baik saja dan aman dalam tahanan kami," demikian pernyataan kelompok tersebut.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini